Cara Kerja Ekosistem LEI

Global LEI System diciptakan setelah krisis finansial 2008 untuk menyediakan cara yang andal dan transparan dalam mengidentifikasi entitas hukum di seluruh dunia. Kini, ekosistem LEI menghubungkan lembaga internasional, regulator, GLEIF, penerbit LEI, dan Registration Agent dalam satu kerangka kerja global yang sama. Artikel ini menjelaskan bagaimana sistem ini berkembang, peran G20, FSB, BIS, LEI ROC dan GLEIF, bagaimana data LEI divalidasi dan dipublikasikan, serta bagaimana Registration Agent seperti LEI System membantu perusahaan mengajukan, memperbarui, mentransfer, dan mengelola LEI mereka. Artikel ini juga membahas mengapa LEI menjadi bagian penting dari regulasi keuangan di berbagai pasar di seluruh dunia.

Oleh Kristian Hein   |   Diterbitkan September 9, 2026

Mengapa Sistem LEI Global Diciptakan

Krisis keuangan global tahun 2008 mengungkap masalah krusial: pasar keuangan tidak memiliki satu metode internasional untuk mengidentifikasi badan hukum yang terlibat dalam transaksi. Satu perusahaan dapat muncul dengan nama atau identifikasi lokal yang berbeda di berbagai negara, registri, dan sistem keuangan. Kompleksitas ini membuat sulit untuk memahami perusahaan mana yang menjalankan bisnis bersama, bagaimana berbagai badan usaha saling terkait, dan risiko keuangan sebenarnya yang diwakili oleh satu perusahaan atau kelompok usaha.

Setelah krisis, pemerintah dan regulator menyadari adanya kebutuhan mendesak. Mereka memprioritaskan penciptaan sistem global untuk mengidentifikasi badan hukum. Kebutuhan ini melahirkan Legal Entity Identifier (LEI), kode standar 20 karakter yang memungkinkan identifikasi unik bagi setiap badan hukum yang melakukan transaksi keuangan di seluruh dunia.

G20: Pendorong Politik

G20 (Group of Twenty) merupakan forum kerja sama di antara negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Anggotanya menyumbang sebagian besar output ekonomi dan perdagangan internasional global.

Setelah krisis keuangan 2008, G20 mendukung penciptaan sistem global yang memungkinkan identifikasi unik badan hukum dalam transaksi keuangan. Pada tahun 2011, G20 menugaskan Financial Stability Board (FSB) untuk mengembangkan prinsip dan struktur tata kelola bagi sistem LEI global. Selanjutnya, G20 menyetujui rekomendasi FSB pada tahun 2012, yang menjadi dasar bagi Global Legal Entity Identifier System (GLEIS).

FSB: Arsitek Kerangka Kerja

Financial Stability Board (FSB) adalah organisasi internasional yang mendorong stabilitas sistem keuangan global. FSB mengembangkan model tata kelola dan prinsip sistem LEI atas mandat dari G20.

Kerja ini menghasilkan kerangka internasional yang menjadi acuan bagaimana LEI Regulatory Oversight Committee (ROC), GLEIF, dan penerbit LEI beroperasi hingga saat ini. FSB sendiri tidak menerbitkan kode LEI maupun menangani permohonan LEI perusahaan—sebaliknya, FSB menetapkan standar yang diikuti oleh institusi lain. Pemisahan ini memastikan independensi dan mencegah konflik kepentingan dalam tata kelola sistem.

BIS: Koordinasi Bank Sentral Internasional

BIS (Bank for International Settlements), juga dikenal sebagai Banque des Règlements Internationaux, merupakan organisasi utama untuk kerja sama internasional antar bank sentral. Kantornya berpusat di Basel, Swiss.

BIS mendukung kerja sama antar bank sentral dan menyediakan wadah bagi organisasi keuangan internasional untuk mengoordinasikan pengetahuan, analisis, serta isu kebijakan. BIS memiliki hubungan erat dengan Financial Stability Board: sekretariat FSB beroperasi di dalam gedung BIS di Basel. Keterkaitan ini menempatkan sistem LEI dalam arsitektur keuangan internasional yang lebih luas yang muncul setelah krisis 2008.

Infrastruktur LEI: Organisasi Utama

LEI ROC: Pengawasan Internasional

Regulatory Oversight Committee (ROC) mengawasi Sistem LEI Global di tingkat internasional. Anggotanya meliputi otoritas sektor publik di seluruh dunia, seperti bank sentral, regulator keuangan, dan lembaga pengatur lainnya.

ROC memastikan sistem LEI beroperasi demi kepentingan publik dan mematuhi prinsip-prinsip yang disepakati secara internasional. Sama seperti FSB, ROC tidak menerbitkan kode LEI atau memproses permohonan perusahaan. Sebaliknya, ROC mengawasi GLEIF, organisasi pusat sistem ini, untuk menjaga standar dan mencegah konflik kepentingan.

GLEIF: Pusat Sistem LEI Global

Global Legal Entity Identifier Foundation (GLEIF) didirikan pada tahun 2014 di bawah kepemimpinan FSB. Organisasi nonprofit yang berbasis di Swiss ini mengembangkan Sistem LEI Global sambil memastikan keandalan, aksesibilitas, dan kualitas datanya.

GLEIF mengakreditasi penerbit LEI, yang disebut Local Operating Units (LOU), dan memantau kepatuhan mereka terhadap standar teknis serta persyaratan kualitas data yang berlaku umum. Selain itu, GLEIF mengelola Global LEI Index, basis data publik dunia tempat pengguna mencari badan hukum dan melihat informasi LEI terkait.

Tanggung jawab GLEIF jauh melampaui pengelolaan sistem yang sudah ada. Yang penting, organisasi ini bekerja sama dengan regulator, institusi sektor publik, dan perusahaan swasta di seluruh dunia untuk memperluas adopsi LEI. GLEIF menunjukkan bagaimana satu identifikasi badan hukum global menyederhanakan identifikasi entitas, pertukaran data, dan proses regulasi. Selain itu, GLEIF secara aktif berpartisipasi dalam konsultasi regulasi dan mengusulkan penerapan baru LEI dalam kerangka regulasi yang baru berkembang. Namun, keputusan untuk mengadopsi atau mewajibkan LEI di suatu jurisdiksi tertentu tetap berada di tangan regulator dan pembuat undang-undang jurisdiksi tersebut.

LOU: Penerbit LEI Resmi

Local Operating Unit (LOU) adalah organisasi terakreditasi GLEIF yang berwenang menerbitkan dan mengelola kode LEI. Setiap LOU memverifikasi bahwa data badan hukum yang diajukan dalam permohonan LEI sesuai dengan catatan resmi.

Untuk memvalidasi data, LOU merujuk pada sumber registrasi resmi seperti registri bisnis nasional dan badan pendaftaran resmi yang diakui oleh GLEIF. Secara khusus, GLEIF mencantumkan sumber-sumber ini dalam Registration Authority List. Contoh yang terkenal meliputi UK Companies House, Handelsregister Jerman, dan basis data resmi serupa di pasar-pasar utama lainnya.

Setiap LOU bertanggung jawab atas penerbitan LEI, validasi data, perpanjangan, dan kualitas data. RapidLEI by Ubisecure merupakan salah satu LOU terakreditasi, dan LEI System bekerja sama dengan LOU ini untuk melayani klien.

Registration Agent: Gerbang Anda ke Penerbit LEI

Registration Agent (RA) membantu perusahaan mengakses jaringan penerbit LEI (LOU) terakreditasi GLEIF. Melalui RA, perusahaan dapat mengajukan, memperpanjang, dan mengelola kode LEI. Selain itu, mereka dapat memindahkan LEI yang sudah ada ke penyedia layanan lain jika diperlukan.

GLEIF memperkenalkan model Registration Agent untuk membuat layanan LEI lebih mudah diakses oleh perusahaan. Yang penting, RA jauh lebih dari sekadar perantara sederhana antara klien dan LOU—RA merupakan komponen inti yang membuat layanan LEI tersedia bagi perusahaan di seluruh dunia.

Nilai dari sebuah Registration Agent terletak pada infrastruktur dan layanan yang diberikan kepada klien. RA menyediakan platform web tempat klien dapat mengajukan dan mengelola LEI dengan mudah, mengumpulkan dan mengirimkan data permohonan yang diperlukan, mengotomatiskan proses, menawarkan metode pembayaran lokal dan dukungan pelanggan, serta membantu organisasi mengelola LEI mereka selama seluruh masa berlakunya.

Pembagian tugas ini menghasilkan manfaat yang jelas. LOU berfokus pada validasi data resmi dan penerbitan LEI sambil memastikan kepatuhan terhadap persyaratan Sistem LEI Global. Sementara itu, Registration Agent membuat layanan LEI menjadi sederhana dan mudah digunakan bagi perusahaan.

LEI System beroperasi sebagai Registration Agent, menyediakan perusahaan dengan platform teknis dan dukungan pelanggan untuk permohonan, perpanjangan, transfer, dan pengelolaan LEI. Pada akhirnya, LOU terakreditasi GLEIF tetap menjadi penerbit LEI resmi.

Bagaimana Pendaftaran LEI Bekerja dalam Praktiknya

Ketika sebuah perusahaan mengajukan kode LEI melalui LEI System, prosesnya umumnya mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Perusahaan mengajukan permohonan LEI kepada LEI System.

  2. LEI System meneruskan permohonan tersebut kepada LOU mitranya.

  3. LOU memverifikasi data yang diajukan terhadap sumber registrasi resmi di jurisdiksi terkait.

  4. Setelah LOU memvalidasi data, LOU menerbitkan kode LEI.

  5. LEI System mengirimkan data LEI ke Sistem LEI Global.

  6. Catatan LEI menjadi dapat ditemukan secara publik di seluruh dunia melalui Global LEI Index milik GLEIF.

Kode LEI itu sendiri bersifat permanen. LEI 20 karakter yang diterbitkan untuk suatu perusahaan tidak berubah meskipun perusahaan tersebut berpindah penyedia layanan LEI atau LOU.

Namun, data LEI terkait memerlukan pembaruan berkala. Perusahaan wajib memvalidasi ulang data LEI setidaknya setahun sekali untuk memastikan keakuratan dan keandalannya. Proses perpanjangan tahunan ini berlaku standar di semua jurisdiksi dan penyedia layanan LEI.

Bagaimana Sistem Ini Terhubung

Ekosistem LEI dapat digambarkan sebagai sebuah rantai yang saling terhubung:

G20 → FSB → LEI ROC → GLEIF → LOU → Registration Agent → Perusahaan

G20 memberikan dorongan politik untuk menciptakan sistem LEI. Selanjutnya, FSB mengembangkan kerangka internasionalnya, dan aktivitas FSB terhubung erat dengan kerja sama bank sentral internasional yang diselenggarakan di sekitar BIS di Basel. LEI ROC kemudian memberikan pengawasan regulasi terhadap sistem tersebut. Selain itu, GLEIF mengembangkan dan mengoordinasikan Sistem LEI Global sambil berupaya memperluas adopsi LEI. Secara bersamaan, LOU memverifikasi data dan menerbitkan kode LEI. Terakhir, Registration Agent seperti LEI System membangun infrastruktur dan layanan yang membuat pengajuan, perpanjangan, dan pengelolaan LEI menjadi mudah bagi perusahaan.

Mengapa LEI Penting

LEI memungkinkan identifikasi unik badan hukum di berbagai negara, registri, dan sistem keuangan menggunakan satu identifikasi global. Yang penting, kemampuan ini telah mengubah transparansi keuangan secara global.

Bank, perusahaan investasi, regulator, dan pelaku pasar keuangan lainnya kini memahami badan hukum mana yang terlibat dalam transaksi dan bagaimana berbagai perusahaan saling terkait. Kejelasan ini menghasilkan penilaian risiko dan pengawasan regulasi yang lebih baik di pasar internasional.

Yang penting, dari tahun ke tahun, penggunaan LEI telah dimasukkan ke dalam berbagai regulasi pasar keuangan di seluruh dunia. Misalnya, Uni Eropa mewajibkan LEI untuk pelaporan transaksi berdasarkan MiFID II dan MiFIR serta dalam beberapa proses regulasi lainnya.

Di Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menjadi regulator pertama di dunia yang mewajibkan penggunaan LEI dalam pelaporan transaksi derivatif pada tahun 2012. Bahkan, kini LEI muncul dalam banyak kerangka regulasi AS. Foreign Direct Investment Risk Review Modernization Act (FDTA) merupakan salah satu contoh mandat terbaru semacam itu.

Di India, Reserve Bank of India (RBI) secara bertahap memperluas persyaratan LEI di berbagai sektor, termasuk derivatif, sekuritas, pasar uang dan valuta asing, pinjaman korporasi besar, serta pembayaran domestik dan lintas negara bernilai tinggi. Selain itu, India juga menggunakan LEI untuk mengidentifikasi investor portofolio asing.

Persyaratan LEI berlaku luas di berbagai konteks regulasi di negara-negara termasuk Australia, Kanada, Jepang, Singapura, dan banyak jurisdiksi lainnya. Adopsi global ini menunjukkan bagaimana identifikasi yang diciptakan setelah krisis keuangan 2008 telah menjadi standar dunia untuk mengidentifikasi badan hukum dalam sistem keuangan.

Tujuan awal LEI adalah membuat sistem keuangan global lebih transparan dan membantu mengidentifikasi risiko dengan lebih efektif. Kini, LEI telah menjadi standar internasional yang digunakan secara luas untuk identifikasi badan hukum.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hanya bank dan lembaga keuangan yang dapat memperoleh LEI?

Tidak. LEI tidak dirancang khusus untuk bank. Berbagai jenis badan hukum dapat memperoleh LEI, termasuk perusahaan, bank, reksa dana, perusahaan asuransi, yayasan, dan organisasi lain yang memenuhi persyaratan penerbitan LEI.

Apakah LEI wajib bagi organisasi tertentu bergantung pada aktivitas, transaksi, dan regulasi yang berlaku. Jika Anda tidak yakin apakah organisasi Anda membutuhkan LEI, konsultasikan dengan regulator industri Anda atau hubungi LEI System untuk membahas situasi Anda.

Apa yang terjadi jika LEI tidak diperpanjang?

Perusahaan wajib memperbarui data LEI setidaknya sekali setahun. Selama perpanjangan, LOU memvalidasi ulang data perusahaan yang terkait dengan LEI terhadap sumber registrasi resmi untuk memastikan keakuratan dan keandalannya.

Jika sebuah perusahaan tidak memperpanjang LEI sebelum tanggal kedaluwarsanya, status registrasinya berubah menjadi LAPSED. Pada dasarnya, status ini menandakan bahwa data LEI terkait belum divalidasi ulang dalam jangka waktu yang ditentukan. Namun, kode LEI itu sendiri tidak hilang atau berubah, dan catatan LEI tetap dapat dilihat secara publik di Global LEI Index.

LEI berstatus LAPSED dapat menimbulkan masalah ketika bank, broker, perusahaan investasi, atau pelaku pasar keuangan lainnya memerlukan LEI yang masih berlaku. Untungnya, LEI berstatus LAPSED dapat diperpanjang, dan setelah perusahaan memvalidasi ulang datanya, status aktifnya akan kembali. Perusahaan tetap mempertahankan kode LEI yang sama.

Apakah ada biaya untuk mendapatkan kode LEI?

Ya. Penerbitan dan perpanjangan LEI merupakan layanan berbayar. Yang penting, GLEIF sendiri tidak menjual kode LEI kepada perusahaan. Sebaliknya, LOU yang terakreditasi GLEIF bertanggung jawab atas penerbitan LEI dan validasi data resmi. Selain itu, Registration Agent seperti LEI System, menyediakan layanan LEI langsung kepada perusahaan dan menghubungkan klien dengan jaringan penerbit LEI terakreditasi GLEIF.

Registration Agent menyediakan klien dengan infrastruktur dan layanan untuk mengajukan, memperpanjang, mentransfer, dan mengelola LEI. Sementara itu, LOU yang bermitra dengan Registration Agent menangani penerbitan dan validasi LEI resmi.

Setiap penyedia layanan menetapkan biaya penerbitan dan perpanjangan LEI secara independen. Akibatnya, Sistem LEI Global memungkinkan penyedia layanan untuk saling bersaing, sehingga perusahaan dapat memilih penyedia LEI yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Mulai pendaftaran LEI Anda hari ini atau perpanjang LEI yang sudah ada dengan LEI System.

Pilih Lokasi Anda